Home / BERITA / OPINI

Senin, 8 Februari 2021 - 04:45 WIB

Pendekatan Sanitifik Asa Tangani Covid-19 Emros Sihombing (Komunikolog Indonesia)

jestar .id, Melihat kasus Covid-19 masih terus bertambah di seluruh dunia dan belum ada tanda-tanda akan landai, menurut hemat saya, tampaknya tidak ada pilihan yang lebih tepat bagi manusia, kecuali melakukan upaya maksimal tangani Covid-19 di seluruh dunia dan atau di suatu negara, hanya dengan pendekatan saintifik (scientific approach) yang multi disipliner, tetapi harus lepas dari politik dan ekonomi prakmatis, sebagai suatu asa (harapan) yang sangat akademis.

Multi disipliner tersebut, terdiri dari epidemiologi (penyebaran penyakit), virologi (perilaku virus), pulmonologi (saluran pernafasan), ilmu kepolisian (penegakan aturan), komunikologi (menumbuhkan kesadaran, sikap dan perilaku) dan ekonomi pertanian (memprediksi dan menagani kemungkinan kerawanan pangan). Tindakan multi disipliner ini dilakukan terintegrasi, koordinatif dan kolaboratif. Tidak boleh terjadi ego sektoral (merasa lebih utama daripada yang lain) dan sektoral ego (menciptakan kekuasaan sendiri-sendiri).

Baca juga  Polres Nabire gelar pemeriksaan Narkoba kepada Personel

Manajemennya di bawah wadah Komite Saintifik Tangani Covid-19 (MKST C-19), yang dibuat di tingkat dunia, negara, propinsi, dan kabubaten/kota madya). MKST C-19 ini sifatnya independen. Tingkat dunia bertanggungjawab langsung ke Sekjen PBB, tingkat negara bertanggungjawab langsung ke kepala negara setempat, sedangkan tingkat daerah bertanggungjawab langsung ke kepala daerah.

Dengan pendekatan saintifik tersebut, muncul pertanyaan kritis, apakah pasti berhasil? Tidak ada jawaban pasti. Hanya waktu dari tindakan akademis yang bisa menjawab.  Sebab, ilmu pengetahuan bersifat hipotetis dan prediktif terhadap tindakan akademis lanjutan.

Baca juga  Terjadi lagi Baku tembak TNI dan KKB, 1 Prajurit tewas

Namun, jika sudah dilakukan dengan pendekatan saintifik secara ketat, valid, reliabel dan terukur, tetapi kasus Covid-19 masih belum tertangani dengan baik, itulah upaya akademis maksimal yang bisa dilakukan oleh umat manusia dari aspek proses sebab-akibat terkait dengan fenomena Covid-19 dengan segala konsekuensinya.

Tetapi, cepat atau lambat, pendekatan saintifik ini lebih bisa menjawab dan atau menuntaskan persoalan Covid-19 daripada pendekatan lainnya.

Sedangkan pendekatan di luar saintifik hanya sifatnya suporting, misalnya penyediaan pendanaan di lapangan.

Editor : Kurniawan Sembiring

Share :

Baca Juga

BERITA

Kabid Dokkes Polda Papua: Vaksinasi Covid 19 Polda Papua segera dilaksanakan

BERITA

Pdt. Suenita Br Sinulingga.MTh Pimpin Moria GBKP Pusat

BERITA

Kodrat Shah: Tugas Utama Pemuda Pancasila adalah Menjaga Keutuhan NKRI

BERITA

Kapolri Kejar Target 70 Persen Vaksinasi Presiden Jokowi

BERITA

TNI-POLRI dan Tim Medis ikuti vaksinasi tahap pertama di Kabupaten Mamberamo Raya

BERITA

Pembunuh Istri di Sunggal Ditangkap di Aceh

BERITA

Penyanyi Jebolan Karo Idol II Apresiasi Manajemen Jestar Entertaiment

BERITA

Herri : Terimakasih Masyarakat Sumut Sudah 20 Tahun Setia Bersama Demokrat