Home / BERITA / HUKUM / OPINI

Jumat, 19 Februari 2021 - 01:16 WIB

Neta S Pane : Usut Kapolsek Astaanyar dan Anak Buahnya yang Pesta Narkoba

jestar.id- Jakarta, Fenomena baru sedang melanda jajaran kepolisian dimana pejabat Polri, yakni seorang Kapolsek Astaanyar memimpin anak buahnya melakukan pesta narkoba hingga mereka terciduk oleh Polda Jawa Barat.

Indonesia Police Watch (IPW) menilai, apa yang dilakukan Kapolsek wanita di Bandung itu adalah tantangan bagi kapolri baru Listyo Sigit Prabowo bahwa narkoba bukan hal main main lagi, tapi sudah menggerogoti jantung kepolisian dimana seorang Kapolsek perempuan tega teganya memimpin anak buahnya untuk narkoba bareng.

“IPW melihat kasus polisi terlibat narkoba selalu berulang. Namun inilah yang pertama kali ada serombongan polisi ditangkap karena terlibat narkoba dan “pesta” narkoba itu dipimpin seorang Kapolsek wanita,” ujar Neta S Pane selaku Ketua Presidium Ind Police Watch dalam releasenya ke Redaksi, Kamis (18/2).

Baca juga  4 Mobil Mewah Disita dari Tersangka IWS

Ke 12 polisi yang menggunakan narkoba itu seperti gerombolan mafia narkoba yang sedang beraksi, yang dipimpin bosnya, seorang kapolsek wanita. Bagaimana pun kasus yang sangat memalukan ini merupakan pukulan telak bagi polri, khususnya bagi kapolri baru.

IPW berharap kasus ini diusut tuntas agar diketahui apakah ke 12 polisi itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Jawa Barat atau hanya sekadar pemakai. Tapi mengingat jumlah mereka begitu besar patut diduga mereka adalah sebuah sindikat.

“IPW berharap dlm proses di pengadilan ke 12 polisi itu dijatuhi vonis hukuman mati karena sudah mempermalukan institusi polri dan mencederai rasa keadilan publik,” tambah Neta.

Saat ini anggota Polri sangat rawan terlibat narkoba. Bahkan kerap menjadi inceran para bandar untuk memanfaatkannya, baik sebagai backing maupun sebagai pengedar atau pemakai. Sebab itu dari tahun ke tahun jumlah polisi yg terlibat narkoba terus bertambah.

Baca juga  Bupati Keerom Salurkan Bantuan Uang Operasional kepada LMA

Hal ini dikarenakan uang yang didapat dari peredaran narkoba adalah dana segar yang gurih dan para bandar tak segan segan memberikan dana segar itu untuk oknum polisi asal bisnisnya lancar.

Mengingat anggota polri sangat rawan terlibat narkoba, mabes polri perlu menerapkan pengawasan berjenjang, yakni setiap atasan mengawasi sikap, prilaku dan kinerja bawahannya.

Begitu ada yang terindikasi terlibat narkoba langsung dipecat dan diarahkan untuk kena hukuman mati. Tujuannya agar narkoba tidak menjadi momok dan bahaya laten bagi institusi kepolisian.

Share :

Baca Juga

BERITA

Biaya Perawatan Venue PON Papua Rp 85 Miliar per Tahun

BERITA

Kapoldasu Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres Jajaran

BERITA

Tinjau Serbuan Vaksin di Kalbar, Kapolri Tekankan Penguatan Prokes dan Percepatan Vaksinasi

BERITA

Wanita Pengedar Sabu Ini Ditangkap di Rumahnya

BERITA

Polres Asahan Sikat Preman dan Jurtul Togel

BERITA

Senjata yang Digunakan Pelaku Teror Mabes Polri Jenis Airgun

OPINI

Masih Ada Upaya Menurunkan Kasus Covid 19 Emros Sihombing (Komunikolog Indonesia)

BERITA

Remina Br Sitorus Tewas Akibat Kebakaran