Home / DAERAH

Kamis, 5 Agustus 2021 - 10:02 WIB

Kejati Papua Dalami Kasus Dugaan Korupsi di Disdik, Perpustakaan dan Arsip Daerah

jestar.id.Jayapura – Keseriusan pihak Kejaksaan Tinggi Papua terkait kasus korupsi semakin kuat. Dimana dugaan kasus korupsi dana Otonomi Khusus (Otsus) di Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Papua, yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua sudah menemui titik terang.

Kepala Kejati Papua, Nicolaus Kondomo memastikan telah menerima pengembalian uang dari DPPAD Papua.

“Kejati Papua  melakukan penyelamatan uang negara Rp 3,566 miliar. Itu merupakan pengembalian dari pihak DPPAD prov Papua,” ujarnya saat jumpa pers secara virtual, Senin (02/08/21).
Ia mengatakan bahwa dana tersebut kini berada di rekening titipan Kejati Papua di bank BNI dan akan segera diserahkan ke kas negara. 

Baca juga  Bupati dan Wakil Bupati Membramo Raya Dilantik

Mengenai kelanjutan kasus tersebut, Nicolaus belum dapat memberi kepastian karena penyidiknya masih terus melakukan pendalaman.

“Sampai saat ini kami belum menentukan sikap terhadap penanganan kasus tersebut karena kami akan mengkaji lebih dalam,” jelasnya.

Dalam keterangannya, Nicolaus juga menyampaikan bila sejauh ini sudah ada sembilan orang yang diperiksa sebagai saksi. Saksi-saksi tersebut berasal dari DPPAD dan Inspektorat Papua.

Menurut dia, dugaan kerugian negara diperoleh karena ada penggunaan anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Dana tersebut berasal dari kegiatan yang sudah dilaksanakan, yaitu, supervisi dan monitoring PBM sekolah, lalu evaluasi kinerja bidang pendidikan dan lomba keterampilan siswa,” jelas Nicolaus.  
 Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menyelidiki dugaan penggunaan dana otonomi khusus (Otsus) di Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Papua, yang tidak sesuai prosedur.

Baca juga  Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Dok V Jayapura Berjalan Aman

Kerugian negara akibat kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 4 miliar.

“Ini penyelidikan intel yang naik ke penyelidikan khusus penggunaan dana anggaran tahun 2020 yang bersumber dari dana Otsus di DPPAD Papua. Ada dana sekitar Rp 4 miliar yang diindikasikan melalui pemeriksaan yang dicairkan tidak melalui prosedur,” jelasnya. (dt)

Share :

Baca Juga

BERITA

Pengungsi Afghanistan Ditikam Rekannya

BERITA

Polsek Jagebob Tangani Kasus Kebakaran Rumah

BERITA

Kapolri Kejar Target 70 Persen Vaksinasi Presiden Jokowi

BERITA

Kapolda Papua Hadiri Laga Peparnas Cabor Catur Classic

BERITA

Ketua LMA Port Numbay himbau masyarakat jaga Kamtibmas demi mensukseskan PON XX Tahun 2021

DAERAH

Pemuda Pancasila Percut Sei Tuan Gelar Temu Ramah dan Perkenalan Pengurus

BERITA

Jelang PON XX, Kapolres Jayawijaya Pimpin Patroli Bermotor

DAERAH

Kapolres Lhokseumawe Bantu Warga Kurang Mampu